Sabtu, 27 April 2013

PENGANTAR ILMU POLITIK : DECISION MAKING( Pengambilan Keputusan )



DECISION MAKING( Pengambilan Keputusan )

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final  Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.
Istilah decision making/pengambilan keputusan menunjuk pada proses yg terjadi sampai keputusan itu tercapai

Dengan kata lain pengambilan keputusan :
1.Merupakan proses dgn langkah-langkah tertentu
2.Dilakukan sebagai upaya mengatasi /memecahkan masalah
3.Adalah proses menentukan satu pilihan alternatif
4.Hanya dilakukan satu kali saja
5. Mengandung suatu resiko

Pengambilan keputusan sebagai konsep pokok dari politik menyangkut keputusan-keputusan yg diambil  secara kolektif mengikat seluruh masyarakat.
Keputusan-keputusan dapat berupa :
-         Tujuan masyarakat
-         Kebijakan-kebijakan untuk mencapai tujuan keputusan yg dimaksud disini adalah keputusan mengenai tindakan umum atau nilai-nilai (public goods) yaitu mengenai apa yg akan dilakukan dan siapa mendapat apa
-          
Tahap-tahap dalam decision making :
-          Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
-         Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
-         Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.. Dua
 model proses Pengambilan Keputusan menurut Fisher :
a.   Model Preskriptif  : berdasarkan pada proses yang ideal
b.   Model Deskriptif  : berdasarkan pada realitas observasi
 Beberapa teknik yang digunakan didalam pengambilan keputusan.
•    Tujuan analisis keputusan (decision analysis).
Mengidentifikasi apa yang harus dikerjakan, mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi alternatif yang tersedia yang berhubungan dengan kriteria dan mengidentifikasi risiko yang melekat pada keputusan tersebut.
•    Keputusan dalam ketidakpastian (uncertainty).
Pengambilan keputusan dalam ketidakpastian menunjukkan suasana keputusan dimana probabilitas hasil-hasil potensial tidak diketahui /tak diperkirakan. Dalam suasana ketidakpastian pengambil keputusan sadar akan hasil-hasil alternatif dalam bermacam-macam peristiwa, namun pengambil keputusan tidak dapat menetapkan probabilitas peristiwa.
•    Keputusan dalam situasi risk (probability).
Tahap-tahap: diawali dengan mengidentifikasikan bermacam-macam tindakan yang tersedia dan layak; peristiwa-peristiwa yang mungkin dan probabilitas terjadinya harus dapat diduga dan pay off untuk suatu tindakan dan peristiwa tertentu ditentukan.
•    Persoalan inventori sederhana dalam keadaan ada resiko.
Kriteria nilai harapan (expected value) yang telah digunakan di atas juga diterapkan untuk memecahkan persoalan inventori sederhana.
•    Pengambilan keputusan dalam suasana konflik (game theory).
Memusatkan analisis keputusan dalam suasana konflik dimana pengambil keputusan menghadapi berbagai peristiwa yang aktif untuk bersaing dengan pengambil keputusan lainnya, yang rasional, tanggap dan bertujuan memenangkan persaingan/ kompetisi.
Para pakar memberikan pengertian keputusan sesuai dengan sudut pandang dan latar belakang pemikirannya.  Menurut James A.F. Stoner, keputusan adalah pemilihan di antara berbagai alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu:
-         (1) ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan;
-         (2) ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik; dan
-         (3) ada tujuan yang ingin dicapai dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut.
 Pengertian keputusan yang lain dikemukakan oleh Prajudi Atmosudirjo bahwa keputusan adalah suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.
Dari pengertian keputusan tersebut dapat diperoleh pemahaman bahwa keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif.
Setelah dipahami pengertian
keputusan, selanjutnya dikutipkan pendapat para pakar mengenai pengertian pembuatan atau – yang sering digunakan – pengambilan keputusan.
-          Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada. Kemudian,
-         menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat. Selanjutnya,
-         menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
 Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah.
Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Terkait dengan fungsi tersebut, maka tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan:
-          (1) tujuan yang bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain dan
-         (2) tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.
Tujuan  dari proses pengambilan keputusan :
-         1.Pencapaian tujuan organisasi secara  lancar, mudah & efisien
-         2.Pemecahan masalah atas kendala  yang dihadapi organisasi ( yang
-         seringkali bersifat kontradiktif )

Agar pengambilan keputusan dapat lebih terarah, maka perlu diketahui unsur atau komponen pengambilan keputusan.
Unsur pengambilan keputusan itu adalah:
-         (1) tujuan dari pengambilan keputusan;
-         (2) identifikasi alternatif keputusan yang memecahkan masalah;
-         (3) perhitungan tentang faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau di luar jangkauan manusia; dan
-         (4) sarana dan perlengkapan untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.
Sementara itu, George R. Terry menyebutkan 5 dasar  (basis) dalam pengambilan keputusan, yaitu:
-         (1) intuisi; 
-         (2) pengalaman;
-         (3) fakta;
-         (4) wewenang;  dan
-         (5) rasional.

      Konsep pengambilan keputusan. Menurut Joyce Mitchell dalam bukunya politikal analisis and public policy: ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya.
Pengambilan keputusan (decision-making)keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternatif pengambilankeputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai.

Proses Pengambilan Keputusan
Kegiatan pengambilan keputusan adalah kegiatan yang kompleks. Pengalaman banyak manajer yang berkecimpung dalam memecahkin masalah sehari-hari dan hasil-hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan pengambilan keputusan akan menjadi lebih efektif bila didekati dengan:
1. Pendekatan yang interdisipliner.
2. Proses yang sistematis.
3. Proses berdasarkan informasi.
4. Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpasian.
5. Diarahkan pada tindakan nyata.
 Pendekatan yang Interdisipliner
Proses pengambilan keputusan tidak bisa dilihat sebagai suatu tindakan tunggal. tidak pula ia dapat dipanddng sebagai suatu tindakan yang seragam yang berlaku untuk semua keadaan, serta dapat digunakan oleh pengambil keputusan yang berbeda dengan tingkat efektivitas yang sama. Proses pengambilan keputusan terdiri dari berbagai ndakan dengan memanfaatkan berbagai ragam keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dalam kehidupan berorganisasi.
Telah terlihat bahwa pengambilan keputusan, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat organisasi, pada umumnya berarti secara sadar menjatuhkan pilihan atas berbagai alternatif tertentu setelah mengalami proses seleksi yang teliti. Proses pengambilan keputusan memerlukan penggunaan ide atau persepsi tentang yang baik dan yang tidak baik, yang benar dan yang ialah, yang layak dan yang tidak layak dilakukan serta yang harus dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan.
Artinya, proses pengambilan keputusan mau tidak mau harus memperhitungkan nilai-nilai organisasional dan nilai-nilai sosial. Bahkan nilai moral dan etika pun harus diperhitungkan. Di samping itu, karena dalam proses pengambilan keputusan manusia memainkan peranan yang paling menentukan, maka filsafat hidup, nilai-nilai yang dianut, latar belakang pendidikan, pengalaman, pandangan atau persepsi seseorang, turut pula berperan. Dengan segala faktor tersebut pun masih tetap tidak ada kepastian, bahwa keputusan yang diambil benar-benar akan mendatangkan hasil yang diharapkan. Itulah sebabnya kalau orang berbicara tentang proses pengambilan keputusan, ia selalu berbicara tentang probabilitas, baik yang menyangkut keberhasilan maupun ketidak berhasilan.
Di muka telah ditekankan bahwa proses pengambilan keputusan tidak terjadi dalam suasanavakum. Hal ini berarti bahwa faktor linglcungan pun harus diperhitungkan. Mem perhitungkan lingkungan berarti dua hal.:
-         1 : lingkungan sebagai sumber data dan informasi yang sangat berguna sebagi masukan untuk dianalisis dan dikaji dalam usaha mencari dan menemukan berbagai alternatif yang mungkin ditempuh.
-         2 : lingkungan yang dalam berbagai bentuk, akan memberikan reaksi. baik yang positif maupun yang negatif terhadap keputusan yang diambil. Yang mempersulit usaha pengambilan keputusan ialah bahwa kondisi dan sifat lingkungan itu tidak selalu dapat diketahui dengan pasti, dan seorang pengambil keputusan tidak dapat berbuat banyak tentang kondisi lingkungan yang sering tidak dapat dipastikan itu. Melalui penciptaan berbagai model dan simulasi yang dapat dibuat perkiraan yang kurang lebih akurat tentang kondisi lingkungan yang mempengaruhi proses pengambilan yang akan terjadi. Tetapi berbagai model dan simulasi yang paling akurat sekalipun tidak sepenuhnya menggambarkan situasi. lingkungan dengan tepat.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu tugas penting seorang pengambil keputusan adalah mengintegrasikan berbagai aspek tersebut sedemikian rupa sehingga tercipta proses yang dapat berfungsi dengan baik. Pengintegrasian berbagai aspek tersebut mempermudah tugas pengambilan keputusan, khususnya dalam menjatuhkan pilihan atas-satu alternatif yang diperkirakan paling tepat di antara sekian banyak alternatif yang tersedia baginya. Kerangkat interdispliner dalam pengambilan keputusan :
·  Titik sentral adalah pengambilan keputusan (proses)
Sistem nilai dan etika = filsafat dan agama
·  Kemanfaatan dan probabailitas = ilmu ekonomi dan ilmu statistic.
·  Perilaku kelompok = sosiologi, psikologi, social.
·  Perilaku individu = psikologi dan etnologi.
Lingkungan : Hukum, antropologi, ilmu politik
·  Model dan simulasi = matematika dan informatika.

Karena masing-masing aspek ifu memiliki makna dan peran yang khas, maka memperhitungkannya pun tidak bisa lain pada harus diartikan bahwa pendekatan ilmiah yang tepat untuk mengambil keputusan adalah pendekatan yang menggunakan berbagai rumus, dalil dan asas-asas berbagai cabang ilmu pengetahuan


Dan cara untuk mengetahui siapa yang sesungguhnya berkuasa dalam pembuatan suatu keputusan politik. Ada tiga cara menurut Putnam, yaitu:
-          analisis posisi,: proses dengan cara melihat kedudukan seseorang dalam suatu lembaga
-          analisis reputasi : adalah proses dengan cara memperhatikan reputasi seseorang dalam lingkungan pemerintahan
-         analisis keputusan : adalah cara untuk mengetahui elit politik dengan proses meneliti siapa yang ikut dalam proses pembuatan keputusan dalam beberapa kasus pengambilan keputusan yang dianggap cocok.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar